BILA ANDA INGIN MENDOWNLOAD TEKS DARI BLOG SAYA, SILAHKAN DI DOWNLOAD, CARA2 MENDOWNLOAD ADALAH SBB:

1. PILIH TULISAN YANG AKAN DI DOWNLOAD
2. SETELAH ANDA KLIK, ANDA AKAN DI BAWA KE SITUS ADF.LY, KLIK SKIP AD
3. ANDA AKAN DI BAWA KE MEDIAFIRE.COM, KILK LINK DOWNLOAD THIS FILE UNTUK MENDOWNLOAD

Sabtu, 22 Oktober 2011

BEBEK TANPA BAU



PRIHAL : BEBEK TANPA BAU,

KEPADA
Yth. Yang Mulia Bapak Gubernur Propinsi Jawa Timur.
                                                                                                Di SURABAYA.       
PERCOBAAN & PENELITIAN PEMELIHARAAN BEBEK TANPA BAU [H2S] gas Hidrog Sulfu, pakan alami dan hal-hal  lain yang mendukung Peternakan.
PRAKATA :
Kami mendapat invo dari beberapa tayangan TV, ada beberapa keluarga yang terpaksa hidup dalam kandang bebek karena tidak punya rumah, beberapa hari menahan muntah karena bau busuk [H2S] dari kotoran bebek, achirnya mereka terbiasa hidup dalam udara busuk, mereka tidak tahu bahwa itu sangat berbaya akan terjangkit nya  penyakit DE GENERATIV [cacat organ tubuh]; kami peduli dan mengadakan penelitian bagaimana cara  menghilangkan bau busuk H2S itu.
Setelah 3 minggu kami berusaha dengan segala daya untuk melawan bau busuk, ternyata sudah ada cara klinis untuk mengatasi bau busuk dari kotoran segala ternak, ialah pemakaian cairan EM4 yang status nya ialah bakteri-bakteri yang MENGUNTUNGKAN dalam organ pencernakan segala ternak yang membuat kotoran ternak tidak berbau, EM4 ditemukan oleh ITB di th 2006, tetapi tulisan ini perlu diteruskan  untuk membahas pakan ternak dari alam  yang   murah untuk Peternakan.
1.KENDALA UTAMA :
Kendala UTAMA dalam pemeliharaan ternak Bebek, ialah terjadi nya bau busuk yang menyengat [H2S] Gas Hidrog Sulfur yang terproses oleh kegiatan permentasi bakteri pembusuk pada kotoran bebek, yang sangat mengganggu kenyamanan hidup masyarakat disekitar nya, ada indikasi kalau terhisap dalam waktu yang lama  bisa  menimbulkan  penyakit de generative [cacat  organ tubuh pada bayi].
Tulisan ini adalah rangkuman dari Penelitian dan pengalaman-pengalaman  para Peternak Bebek yang berdomisili di daerah Kabupaten Kediri dan Kota Madya Kediri, yang mana terasa bahwa Peternakan bebek mempunyai Potensi yang BERMASA DEPAN, yang bisa dikembangkan dalam skala micro untuk rakyat kecil maupun  dalam sklala makro untuk yang bermodal besar.
Berternak bebek MEMUNGKINKAN mampu  dijangkau  oleh masyarakat kecil  yang termiskin, yang tidak punya modal apapun, kecuali  tenaga & kemauan, sekedar untuk hidup layak, maka siapapun  patut peduli dengan hal itu, dan berusaha mencari SOLUSI agar bau busuk bisa DIHILANGKAN sehingga mereka bisa  berternak bebek dimana saja, yang mana tidak berbenturan dengan Peraturan Pemerintah.

TEMUAN SISTEM : PENANGKAPAN AIR BERSIH

Prihal :  TEMUAN: SISTEM MENANGKAP AIR DALAM TANAH.
KEPADA
Yth. Yang Mulia Bapak Gubernur
Pemerintah Propinsi Jawa Timur
                                                                                                                                Di    S U R A B AY A.

P R AK A T A :
Pada musim Kemarau hampir di selurah Tanah Air Indonesia, air bersih untuk keperluan hidup se hari-hari saja sudah sulit pengadaan nya, apalagi untuk  keperluan Pertanian, sawah dan ladang kena dampak kekeringan yang menyebabkan Puso; tetapi pada Musim Hujan hampir seluruh Tanah Air Indonesia kelebihan air yang menyebabkan banjir di mana-mana dan dampak nya merusak segala nya Kendaraan, Perumahan,  Persawahan dan hasil panen dll.
 Pemerintah belum optimal mengatasi kekeringan, kegagalan mengfungsikan Waduk-waduk Raksasa karena sedimentasi dll,  cara yang  sejak dulu dilaksanakan , ialah mensuplai air bersih dengan kendaraan tangki,  air di bagi-bagi kepada penduduk sekedar untuk masak dalam jumlah yang sangat kecil, tidak ada jeleknya kami utarakan untuk menghadapi kemarau panjang  secara ILMIAH ialah dengan cara MENANGKAP AIR DALAM TANAH.
1. MENANGKAP AIR DALAM TANAH :
Sistem nya hampir SAMA seperti membuat waduk raksasa untuk menampung air hujan, akan tetapi TIDAK diperlukan Main Dam yang tinggi nya  50 s/d 100 m; cukup dibangun BENDUNG dari beton bertulang dengan tinggi sekitar  5 m;  kenyataan waduk-waduk raksasa yang telah dibangun SEMUA NYA tidak berdaya menghadapi  endapan lumpur tanah dan batuan atau SEDIMENTASI, sehingga fungsi waduk sebagai pengendali banjir kurang optimal.